Meyakinkan Orang Lain Tentang Islam (2)

Sepertinya memang tidak sederhana atau tidak gampang menjelaskan Islam dengan cara-cara yang baik dan menyenangkan kepada orang lain atau kepada siapa sajalah. Semua setuju bahwa Islam itu agama yang sangat mulia yang diturunkan kepada manusia agar mereka menjadi orang-orang yang mulia dunia akherat. Tapi tidak sedikit juga sahabat-sahabat kita yang menampilkan, menjelaskan Islam dengan cara-cara yang tidak mulia. Dampaknya cukup serius. Menjelaskan dengan cara-cara yang baikpun sebetulnya belum tentu juga orang bisa mengerti dan menerima. Saya sendiri, ketika kuliah di McGill University untuk program Master awal tahun 1990, pernah tinggal satu kos dengan seorang mahasiswa dari Bosnia dan dia Atheis. Suatu saat di dapur terjadi dialog atau debatlah antara saya dengan Si Atheis tadi. Dia heran kenapa saya sholat, puasa dan melakukan kewajiban-kewajiban agama. Bahkan dia juga sangat heran “kenapa di era modern sekkarang ini ada orang yang namanya sudarnoto, dan orang-orang lain yang beragama, percaya kepada tuhan.” Buat dia tidak masuk akal orang percaya kepada tuhan; buat apa percaya dan tunduk kepada tuhan yang wujudnya saja tidak ada. Dia begitu heran mengapa orang-orang seperti saya ini tidak mau menentukan jalan hidupnya sendiri secara bebas dan malah tergantung kepada tuhan. Dia mentertawakan saya karena tidak bisa hidup normal. “Apa maksudmu, bahwa saya tidak normal”?  Dia bilang, gak normal itu karena tidak bisa menikmati hidup secara bebas, tidak bisa menikmati sex bebas, ndak punya pasangan untuk melakukan hubungan sex. Untuk apa tuhan? “Tuhan bikin kamu hidup tidak normal” kira-kira begitulah dia mengatakan.

    Saya berusaha menjelaskan pendirian, keyakinan dan kepercayaan saya terhadap kebenaran agama, tuhan. Tapi memang susah, dia malah tertawa. Semua penjelasan saya tentang Islam tidak bisa dipahami. Saya kira ini kesulitan saya untuk menjelaskan Islam kepada orang Atheis seperti kawan kos saya itu. Saya menyadari bahwa saya gagal. Tapi, habis itu ya tidak terjadi apa-apa. Hubungan perkawanan sesama mahasiswa saya dengan dia tidak terganggu. Dalam hal prinsip kehidupan, kami memang tidak bisa ketemu. Akan tetapi tidak mengganggu perkawanan. Dia tidak menteror saya dan sayapun tak perlu menteror dia. Ya kami bisa bertemu dalam hal-hal tertentu, tapi tetap tidak bisa bertemu dalam hal-hal lain. Ndak tahu, saya kira ini bagian dari prinsip “saling memahami” (mutual understanding) dalam kehidupan sehari-hari yang perlu dibangun di kalangan orantg-orang yang berbeda agama. 

     Tapi memang ada situasi yang begitu kontras. Sebagian dari sesama orang Islam atau agama-agama lain, berbeda sedikit saja, menimbulkan ketegangan yang sangat luar biasa. Saya kira banyak contoh perbedaan-perbedaan pandangan di kalangan sesama umat beragama menjadi konflik horizontal baik konflik individual maupun kelompok. Inilah yang memprihatinkan, bagaimana mungkin terjadi agama yang mulia melahirkan orang-orang yang justru berprilaku tidak mulia? Tapi itulah faktanya. Saya memang berpendapat banyak faktor dan salah satunya adalah “penjelasan tentang agama yang sangat minim, kering, sempit dan dengan cara-cara yang tidak benar, tidak tepat” yang barangkali tidak pernah juga dilakukan oleh Sang Rasul Muhammad. Atas nama mengikuti jejak atau Sunah Rasul, akan tetapi menghardik, mencerca, menfitnah, menghasut orang-orang lain. Ada yang begitu kan? Saya kira ini bukan dakwah. Dakwah tidak begitu. Itu adalah teror atas nama Sunah Rasul, teror atas nama Islam, teror atas nama Allah, teror atas nama hukum-hukum Allah (Syariah Islamiyah)…Karena itu, perlu berhati-hati berhadapan dengan cara-cara seperti ini..Saya percaya ayat Allah “Innahum laa ya’ lamun….” mereka sesungguhnya tidak mengerti…jika mengerti pasti tak kan terjadi melakukan tindakan negatif mengatas namakan Islam…

~ oleh sudarnoto pada Desember 4, 2009.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.